Honestly, saya agak against yang dorong-dorong saya buru-buru dalam berbagai hal, terutama soal nikah menikahi. Ada yang bilang, kapan dong siapnya klo gak dipaksa “siap”.. Ada yang bilang lagi soal nyali.
Kalo ternyata saya memang masih belum bernyali, berarti masih ada yang mengganjal dan saya takutkan. Sebagian orang adalah orang yang fully responsible atas yang dia putuskan, meskipun gak sesuai kemauannya, tetap dia terima sepenuhnya. Sebagian yang lain adalah orang moody yang takut nyesel, karena kalo sudah nyesel gak sepenuh hati lagi. Sisanya, yang memang main-main alias ga peduli kalo nantinya punya pertanggungjawaban atas keputusannya.
Pokoknya, siap itu bukan karena terpaksa dan dipaksakan. Kalau ada pepatah bilang ‘semua akan indah pada waktunya’, itu karena ‘waktu’ atau timing itulah yang Tuhan berikan kepada manusia.
Jangan sampe, setelah ngambil keputusan, nyesel, terus malah kehidupannya bukan jadi lebih baik, tapi malah lebih banyak maksiat..
Selamat buat teman-teman seangkatan saya yang ngejar target menikah sebelum bulan Ramadhan tahun ini! Smoga langgeng dan berbeda dengan apa yang ada di kepala saya saat ini~
Hoaahhmm.. Mengantuk!